Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan - Sheika Hijab

Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan

1 tahun yang lalu    
Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan

Tradisi dipaksakan.....???

hal yang jadi momok bagi orang yang "rejeki nya pas pasan" , dan budaya idonesia yang mendarah daging yang "sedikit pamer yang terbungkus dengan rasa berhati hati agar tidak mau dapat nyinyiran orang lain" (namanya nikah 1 kali se umur hidup ya harus di tunjukin dong ke orang *kata sebagian orang)

kalo di fikir emang bener kalo mau nikah rejeki pasti ada aja , dari yang gak punya sama sekali tiba tiba ada rejeki tabungan pun sedikit demi sedikit terkumpul (kalo kata orang rejeki keluarga rejeki anak) ,

tapi yang jadi pemikiran di luar nalar , di saat kita dapat rezeki yang tuhan kasih ke kita , kenapa sih gak kita rayakan aja dengan hal sederhana , rezeki yang kita dapat untuk meminang calon kita kita manfaatkan betul betul , seperti "RUMAH" rumah sebagai naungan keluarga , daripada kita jor joran nunjukin kemewahan hanya dalam 1 hari saja (terkecuali kita mampu)

dan berapa banyak pula contoh orang yang Merayakan Heboh besar besaran tapi berakhir di kontrakan dan Harus mengbalikan pinjaman (berhutang)

Bagi kita yang kurang memungkinkan untuk mendanai hal ini alangkah baoknya untuk berfikir ulang dan mengkoreksi kemampuan jangan sampai terbawa Tradisi berlebihan, ko

kalau di fikir untuk apa ini semua ? hanya untuk pengakuan ? toh justru kebalikan nya , budaya nyinyir kita serba salah , ada aja yang salah sama diri kita pasti seperti cerita 2 orang yang membawa keledai (nikah di gedung bisa mewah2 tapi buat keluarga gak bisa ngatur keuangan) padahal sebelum nya yang bersangkutan bilang (rayain dong biar semua orang tau kalo nikah & gak jadi fitnah zinah dari orang lain)

toh kita lakukan sesuai porsi nya aja , inti dari pernikahan adalah "kehidupan setelah nya" bukan "resepsi nya"

 

Artikel dikutip dari postingan akun facebook : Alfasiera Gts




Komentar Artikel "Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan"