30 Hari Training untuk Me-Reset Hati Kita Kembali Zero - Sheika Hijab

30 Hari Training untuk Me-Reset Hati Kita Kembali Zero

1 tahun yang lalu    
30 Hari Training untuk Me-Reset Hati Kita Kembali Zero

30 Hari Training untuk Me-Reset Hati Kita Kembali Zero

Perbedaan bukan untuk dicari kemudian dihujat, tapi itu adalah bagian dari rahmatan lil alamin yang telah Alloh ciptakan.

Islam itu damai, Islam penuh toleransi. Momen Ramadan saatnya mempelajari Islam secara utuh hingga kita bangga menjadi bagian dari mukminin yang saleh-salehah, semoga kita menjadi agen muslim yang baik, menyebarkan Islam dengan kedamaian dalam bingkai akhlak yang telah Rasul ajarkan dan contohkan. Aaminn..

Negeri ini tidak butuh tambahan konflik, tapi butuh tambahan toleransi, selama toleransi yang tidak melanggar aqidah.

Ketika kuliah dulu, tetangga kos isinya ada 5 orang, 4 Muslim, 1 Budha. Kalau bulan Ramadhan, yang Budha itu ikutan puasa, semata karena ingin menghormati teman kostnya yang lain, padahal sama sekali nggak diajak atau dipaksa.

Ketika masa awal dakwah di Kudus, Sunan Kudus menghimbau umat muslim untuk menghormati warga Hindu di Kudus, sehingga disana untuk keperluan kurban dan konsumsi, mengganti sapi dengan kerbau. Bukan mensucikan sapi, atau mengharamkan daging sapi, karena tidak boleh mengharamkan sesuatu yang Allah telah halalkan, tetapi itu adalah ikhtiar untuk mencegah terjadinya konflik.

Ketika dulu Sultan Mehmed II berhasil menaklukkan Konstantinopel dan mengubah namanya menjadi Istanbul, beliau tidak mengusir atau menghancurkan tempat ibadah orang lain. Beliau justru mempersilakan kaum Kristiani untuk beribadah tanpa halangan, bahkan pusat untuk Kristen Ortodoks tetap berada di Istanbul dengan Patriakh Gennadius sebagai pemimpinnya.

Toleransi itu tidak berarti kita bablas mengakui semua agama itu sama seperti kaum liberalis. Wajar dan manusiawi kalau kita menganggap aqidah/agama yang kita anut yang benar dan yang lain keliru. Tetapi dengan toleransi, perbedaan itu tidak harus menjadi sebuah konflik, bahkan masih tetap dapat bekerjasama dan bermuamalah dalam banyak hal.

Di bulan Ramadhan ini, wajar kalau kita berharap tempat makan juga bisa bertoleransi dengan sedikit mengurangi jam operasional dan/atau menutupi dengan tirai. Di sisi lain, ummat Islam juga jangan gampang ngamuk kalau ketemu dengan tempat makan yang buka.

Mari dinginkan kepala kita menjelang bulan suci Ramadhan.

Dikuti dari akun FB : Muhammad Jawy




Komentar Artikel "30 Hari Training untuk Me-Reset Hati Kita Kembali Zero"